🌿 REAKTOR BIOGAS DARI LIMBAH KOTORAN TERNAK 🌿

SIMULASI: KOTORAN β†’ DIGESTER β†’ FERMENTASI β†’ GAS METANA β†’ KOMPOR β†’ AIR MENDIDIH
Status Reaktor
MATI
⏻
REAKTOR MATI
Tekan tombol ON untuk memulai fermentasi
DIGESTER (REAKTOR)
KUBAH GAS (METANA)
KOMPOR BIOGAS
KANDANG
INPUT KOTORAN
GAS METANA
BIO-SLURRY (PUPUK)
STATUSMATI
πŸ„ KOTORAN0%
🦠 FERMENTASI0%
πŸ’¨ GAS METANA0%
πŸ”₯ KOMPOROFF
πŸ«– AIR MENDIDIHOFF
πŸ” SIKLUS0

πŸ“š TEORI PEMBELAJARAN

1. Pengertian Biogas

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) bahan organik seperti kotoran ternak, limbah pertanian, dan sampah organik. Gas utama yang dihasilkan adalah metana (CHβ‚„) sekitar 50–70% dan karbon dioksida (COβ‚‚) sekitar 30–50%.

Fakta: 1 kg kotoran sapi dapat menghasilkan sekitar 0,04 mΒ³ biogas β€” cukup untuk memasak selama 1–2 jam.

2. Proses Fermentasi Anaerobik

Fermentasi anaerobik terjadi dalam 4 tahap utama:

  • Hidrolisis β€” Bakteri memecah senyawa kompleks (karbohidrat, protein, lemak) menjadi senyawa sederhana.
  • Asidogenesis β€” Senyawa sederhana diubah menjadi asam-asam organik.
  • Asetogenesis β€” Asam organik diubah menjadi asam asetat, Hβ‚‚, dan COβ‚‚.
  • Metanogenesis β€” Bakteri metanogen mengubah asam asetat menjadi metana (CHβ‚„).

3. Reaksi Kimia Pembentukan Metana

CH₃COOH β†’ CHβ‚„ + COβ‚‚
Asam asetat β†’ Metana + Karbon dioksida

Atau melalui jalur hidrogen:

COβ‚‚ + 4Hβ‚‚ β†’ CHβ‚„ + 2Hβ‚‚O

4. Komponen Reaktor Biogas

  • Digester β€” ruang fermentasi anaerobik tempat bakteri bekerja.
  • Gas Holder (Kubah Gas) β€” menampung gas metana yang dihasilkan.
  • Inlet β€” saluran masuk kotoran ternak + air.
  • Outlet β€” saluran keluar bio-slurry (pupuk cair).
  • Pipa Gas β€” menyalurkan gas ke kompor atau genset.

5. Faktor yang Mempengaruhi Produksi Biogas

  • 🌑️ Suhu β€” optimum 35–55 Β°C untuk bakteri mesofilik/termofilik.
  • βš–οΈ pH β€” ideal 6,8–7,2 (netral).
  • πŸ’§ Rasio C/N β€” ideal 20:1 hingga 30:1.
  • ⏱️ Waktu retensi β€” 20–40 hari untuk fermentasi sempurna.
  • 🚫 Kontaminasi oksigen β€” harus anaerob sempurna.

6. Komposisi Biogas

  • Metana (CHβ‚„) β€” 50–70% (gas utama, mudah terbakar)
  • Karbon dioksida (COβ‚‚) β€” 30–50%
  • Hidrogen sulfida (Hβ‚‚S) β€” 0,1–0,5% (berbau)
  • Nitrogen (Nβ‚‚) β€” 1–5%
  • Uap air (Hβ‚‚O) β€” variabel
Nilai kalor biogas: sekitar 20–25 MJ/mΒ³ (setara 0,6–0,7 L bensin).

7. Rumus Perhitungan Volume Biogas

V = m Γ— Y
V = volume biogas, m = massa kotoran, Y = yield biogas

Contoh: 50 kg kotoran sapi/hari dengan yield 0,04 mΒ³/kg akan menghasilkan 2 mΒ³ biogas/hari β€” cukup untuk keluarga 4–5 orang memasak 3Γ— sehari.

8. Manfaat Biogas

  • πŸ”₯ Energi terbarukan β€” menggantikan LPG dan kayu bakar.
  • 🌱 Pupuk organik β€” bio-slurry kaya nitrogen, fosfor, kalium.
  • 🏑 Mengurangi pencemaran β€” kotoran tidak dibuang sembarangan.
  • πŸ’¨ Mengurangi emisi gas rumah kaca β€” metana dari kotoran tertangkap.
  • πŸ’° Hemat biaya β€” tidak perlu beli LPG.
  • 🩺 Sehat β€” bebas asap dapur, mengurangi ISPA.

9. Bio-Slurry sebagai Pupuk

Bio-slurry adalah hasil samping fermentasi biogas berupa cairan dan padatan yang kaya nutrisi. Kandungannya:

  • 🌿 Nitrogen (N) β€” 1,5–2,5%
  • 🌿 Fosfor (Pβ‚‚Oβ‚…) β€” 1,0–2,0%
  • 🌿 Kalium (Kβ‚‚O) β€” 0,8–1,5%
  • 🦠 Mikroba baik β€” mendekomposisi bahan organik tanah.

Bio-slurry lebih cepat diserap tanaman dibanding pupuk kandang segar.

10. Kesimpulan

Reaktor biogas adalah teknologi tepat guna yang mengubah limbah kotoran ternak menjadi energi terbarukan (biogas) dan pupuk organik (bio-slurry). Sistem ini ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan β€” cocok untuk peternakan skala rumah tangga maupun komersial di pedesaan.